Infeksi terkait pelayanan kesehatan (healthcare-associated infections/HAIs) adalah salah satu risiko terbesar di rumah sakit. Pasien datang untuk sembuh, tetapi bisa pulang dengan infeksi baru bila pencegahannya lemah. Bab Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) menilai seberapa serius rumah sakit membangun benteng terhadap risiko ini.
Organisasi PPI
Standar menuntut rumah sakit memiliki organisasi PPI yang jelas, umumnya berupa komite atau tim PPI yang dipimpin dokter dan didukung Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) purnawaktu. Di setiap unit ditunjuk IPCLN (link nurse) yang menjadi perpanjangan tangan IPCN untuk pemantauan harian. Organisasi ini harus punya program kerja tahunan yang disetujui direksi dan dievaluasi berkala.
Area yang dinilai
| Area | Contoh praktik yang ditelusuri |
| Kebersihan tangan | Ketersediaan handrub, audit kepatuhan lima momen |
| Alat pelindung diri | Ketersediaan dan ketepatan penggunaan APD sesuai risiko |
| Surveilans HAIs | Pemantauan IDO, ISK terkait kateter, infeksi aliran darah, VAP; analisis dan tindak lanjut |
| Bundles pencegahan | Penerapan bundle pemasangan infus, kateter urin, ventilator, pencegahan IDO |
| Sterilisasi dan disinfeksi | Alur CSSD, indikator sterilisasi, pengelolaan alat sekali pakai |
| Lingkungan | Pembersihan ruangan, pengelolaan linen, limbah infeksius dan benda tajam |
| Makanan dan air | Higiene dapur, kualitas air |
| Isolasi | Ruang isolasi, kewaspadaan transmisi kontak, droplet, airborne |
| Renovasi | ICRA saat ada konstruksi atau renovasi |
| Kesehatan petugas | Imunisasi, penanganan tertusuk jarum, pemeriksaan berkala |
ICRA: alat berpikir berbasis risiko
Infection Control Risk Assessment (ICRA) membantu rumah sakit memprioritaskan program PPI berdasarkan risiko terbesar. ICRA juga wajib dilakukan sebelum renovasi atau pembangunan, untuk menentukan langkah pengendalian debu, aliran udara, dan pemisahan area kerja. Surveior sering bertanya: apa hasil ICRA tahun ini dan bagaimana hasilnya memengaruhi program?
Kaitan dengan resistensi antimikroba
PPI berjalan seiring dengan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Surveilans pola kuman dan kepekaan antibiotik membantu dokter memilih antibiotik yang tepat, sementara pencegahan infeksi mengurangi kebutuhan antibiotik itu sendiri. Koordinasi tim PPI, PPRA, farmasi, dan laboratorium mikrobiologi perlu terlihat dalam notulen dan laporan.
Kesalahan yang sering ditemukan
- Handrub kosong atau tidak tersedia di titik pelayanan.
- Data surveilans dikumpulkan, tetapi tidak dianalisis dan tidak ada tindak lanjut.
- Pemisahan limbah tidak sesuai, misalnya limbah infeksius tercampur limbah domestik.
- Alat steril disimpan di tempat lembap atau kedaluwarsa tidak dipantau.
- Renovasi berjalan tanpa ICRA dan tanpa penghalang debu.
- Petugas tidak tahu langkah setelah tertusuk jarum.
Langkah perbaikan cepat
- Lakukan audit kebersihan tangan dan APD bulanan, publikasikan hasil per unit.
- Tetapkan bundle yang paling relevan dan pantau kepatuhannya.
- Lakukan ronde PPI mingguan oleh IPCN ke unit berisiko tinggi.
- Latih semua petugas, termasuk cleaning service dan petugas linen, karena mereka bagian penting dari rantai pencegahan infeksi.
Penutup
Program PPI yang hidup terlihat dari kebiasaan kecil: tangan yang selalu dibersihkan, APD yang dipakai tepat, dan lingkungan yang bersih. Kebiasaan inilah yang melindungi pasien dan petugas, sekaligus membuat survei terasa jauh lebih ringan.
Tim PT Ligar Mandiri Indonesia, termasuk konsultan keperawatan dan PPI, siap mendampingi penguatan program PPI di RS Anda. Hubungi 085716000879 · indonesialigarmandiri@gmail.com · www.ligarmandiriconsulting.com