Klinik pratama merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dekat dengan masyarakat. Persaingan yang ketat dan ketergantungan pada pola pembiayaan tertentu membuat klinik perlu memiliki model bisnis yang jelas.
Customer Segments
- Peserta jaminan kesehatan yang terdaftar (pembayaran kapitasi).
- Pasien umum di sekitar lokasi klinik.
- Karyawan perusahaan yang bekerja sama.
- Pasien layanan khusus, seperti kesehatan ibu dan anak atau gigi.
Value Propositions
Lokasi dekat, jam layanan panjang, dokter ramah dan komunikatif, waktu tunggu singkat, layanan lengkap dalam satu tempat (dokter umum, gigi, laboratorium sederhana, farmasi), serta biaya terjangkau.
Channels dan Customer Relationships
Pendaftaran langsung dan daring, pengingat jadwal kontrol melalui aplikasi pesan, kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekitar, serta layanan kunjungan perusahaan.
Revenue Streams
Kapitasi dari penjamin, tarif layanan pasien umum, penjualan obat, kontrak layanan kesehatan perusahaan, dan paket pemeriksaan kesehatan.
Key Resources dan Key Activities
Sumber daya utama: izin operasional, dokter, perawat, tenaga farmasi, peralatan, dan sistem rekam medis elektronik. Aktivitas utama: pelayanan medis dasar, upaya promotif-preventif, manajemen mutu dan akreditasi, serta pengelolaan peserta terdaftar.
Key Partnerships
Penjamin kesehatan, perusahaan mitra, laboratorium rujukan, rumah sakit rujukan, pemasok obat, dan dinas kesehatan.
Cost Structure
Gaji dan jasa tenaga kesehatan, obat dan bahan habis pakai, sewa bangunan, utilitas, sistem informasi, dan biaya akreditasi.
Catatan Penting
Klinik dengan proporsi besar pendapatan kapitasi perlu mengelola rasio kunjungan dan biaya per peserta secara cermat. BMC membantu melihat apakah perlu menambah segmen pasien umum atau kontrak perusahaan untuk menyeimbangkan pendapatan.
Penutup
BMC memudahkan pemilik klinik menilai keberlanjutan usahanya dan merencanakan pengembangan, misalnya peningkatan status menjadi klinik utama.