Lembaga pelayanan publik seperti puskesmas, badan layanan umum daerah, dan badan usaha milik daerah juga dapat memanfaatkan BMC untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi pengelolaan.

Mengapa Sektor Publik Membutuhkan BMC?

  • Menjelaskan secara ringkas siapa yang dilayani dan nilai apa yang diberikan.
  • Membantu menyelaraskan program dengan anggaran.
  • Mendukung penyusunan rencana strategis, visi, dan misi.
  • Mendorong inovasi layanan.

Penyesuaian Blok

Customer Segments: masyarakat di wilayah kerja, kelompok rentan, pasien peserta jaminan kesehatan, dunia usaha, dan pemerintah daerah sebagai pemilik.

Value Propositions: layanan yang mudah diakses, terjangkau, bermutu, dan sesuai standar pelayanan minimal.

Revenue Streams: anggaran pemerintah, kapitasi dan klaim jaminan kesehatan, retribusi atau tarif layanan, serta hibah. Pada BUMD, pendapatan usaha juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Key Activities: pelayanan langsung, program promotif-preventif, pengelolaan mutu, dan koordinasi lintas sektor.

Key Partnerships: dinas terkait, kader masyarakat, organisasi profesi, dan swasta.

Cost Structure: belanja pegawai, obat dan bahan, operasional, pemeliharaan, serta investasi sarana.

Contoh Penggunaan

Badan usaha milik daerah di bidang kesehatan yang berencana meningkatkan status klinik dapat menggunakan BMC untuk memetakan segmen pasien baru, layanan unggulan, dan kebutuhan investasi sebelum menyusun studi kelayakan.

Penutup

BMC membantu lembaga publik berpikir lebih berorientasi pada pengguna layanan tanpa kehilangan mandat pelayanannya.

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts