BMC menggambarkan bagaimana bisnis bekerja, sedangkan analisis SWOT membantu menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Menggabungkan keduanya menghasilkan evaluasi model bisnis yang lebih tajam.

Cara Menggabungkan

Lakukan penilaian SWOT untuk kelompok blok BMC:

  1. Penilaian proposisi nilai
  • Apakah proposisi nilai selaras dengan kebutuhan pelanggan?
  • Apakah ada efek jaringan atau keunggulan unik?
  1. Penilaian biaya dan pendapatan
  • Apakah pendapatan bersifat berulang dan dapat diprediksi?
  • Apakah biaya dapat dikendalikan dan sesuai dengan pendapatan?
  1. Penilaian infrastruktur (sisi kiri)
  • Apakah sumber daya utama sulit ditiru?
  • Apakah aktivitas utama dijalankan secara efisien?
  • Apakah ketergantungan pada mitra terkendali?
  1. Penilaian antarmuka pelanggan (sisi kanan)
  • Apakah segmen pelanggan terdefinisi dengan baik?
  • Apakah saluran efektif dan efisien?
  • Apakah hubungan pelanggan kuat?

Kekuatan dan Kelemahan: Internal

Kekuatan dan kelemahan dinilai dari isi kanvas saat ini. Misalnya, kekuatan berupa tenaga ahli berpengalaman; kelemahan berupa ketergantungan pada satu saluran penjualan.

Peluang dan Ancaman: Eksternal

Peluang dan ancaman datang dari lingkungan: perubahan regulasi, tren teknologi, perilaku konsumen, dan pesaing baru. Tanyakan bagaimana setiap faktor eksternal memengaruhi blok-blok BMC.

Dari Analisis ke Tindakan

Hasil SWOT digunakan untuk merancang BMC versi berikutnya: memperkuat kekuatan, menutup kelemahan, menangkap peluang, dan mengantisipasi ancaman.

Penutup

Kombinasi BMC dan SWOT membantu manajemen tidak hanya memahami model bisnis, tetapi juga mengetahui di mana harus berbenah.

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts