Sebagus apa pun dokumennya, rumah sakit baru benar-benar tahu kesiapannya ketika diuji dengan metode yang sama seperti surveior. Metode utama survei akreditasi adalah telusur (tracer). Simulasi survei memberi kesempatan berlatih, menemukan celah, dan memperbaikinya sebelum hari penilaian.
Mengenal metode telusur
Ada dua jenis telusur yang lazim dipakai:
- Telusur pasien (individual tracer) – surveior memilih satu pasien, lalu mengikuti perjalanan pelayanannya dari pendaftaran, IGD atau poliklinik, rawat inap, penunjang, hingga rencana pulang. Di setiap titik, surveior memeriksa rekam medis, mengamati praktik, dan mewawancarai staf serta pasien.
- Telusur sistem (system tracer) – surveior menelusuri satu sistem lintas unit, misalnya manajemen obat, PPI, data mutu, atau keselamatan fasilitas. Fokusnya pada keterkaitan proses dan konsistensi antarunit.
Selain telusur, surveior melakukan telaah dokumen, wawancara pimpinan, dan kunjungan ke area fasilitas.
Mengapa simulasi penting?
- Menguji konsistensi. Dokumen mengatakan satu hal, praktik di lapangan bisa berbeda. Simulasi membuka perbedaan ini.
- Melatih staf menghadapi wawancara. Banyak staf sebenarnya bekerja benar, tetapi gugup dan tidak mampu menjelaskan.
- Mengukur kesiapan nyata. Hasil simulasi memberi gambaran realistis tentang status yang mungkin dicapai.
- Memprioritaskan perbaikan akhir. Waktu menjelang survei terbatas; simulasi menunjukkan apa yang paling mendesak.
Cara menyelenggarakan simulasi yang bermanfaat
- Waktu yang tepat. Lakukan 2–3 bulan sebelum survei, sehingga masih ada waktu memperbaiki. Simulasi ulang singkat dapat dilakukan sebulan sebelum survei.
- Penilai yang objektif. Gunakan surveior internal yang dilatih, tim lintas unit, atau pihak eksternal yang memahami STARKES. Beberapa LPA juga membuka layanan simulasi survei.
- Gunakan skenario nyata. Pilih pasien yang sedang dirawat, terutama kasus kompleks seperti pasien operasi, pasien ICU, atau pasien dengan obat high alert.
- Ikuti jadwal survei sesungguhnya. Mulai dari pembukaan, presentasi direktur, telusur, hingga exit conference.
- Catat temuan per elemen penilaian. Setiap temuan dikaitkan dengan EP, unit, dan penanggung jawab perbaikan.
- Tindak lanjut cepat. Susun rencana perbaikan dengan tenggat jelas dan verifikasi penyelesaiannya.
Contoh pertanyaan simulasi
| Sasaran wawancara | Contoh pertanyaan |
| Perawat rawat inap | Bagaimana Anda melakukan serah terima pasien antarshift? |
| Dokter | Bagaimana Anda menjelaskan risiko tindakan sebelum pasien menandatangani persetujuan? |
| Apoteker | Bagaimana proses rekonsiliasi obat saat pasien masuk? |
| Petugas IPSRS | Kapan terakhir alat ini dikalibrasi dan di mana buktinya? |
| Satpam | Apa yang Anda lakukan bila mendengar kode kebakaran? |
| Kepala unit | Apa indikator mutu unit Anda dan berapa capaian bulan lalu? |
Jaga suasana belajar
Simulasi bukan ajang mencari kesalahan perorangan. Bila staf merasa dihakimi, mereka akan menutupi masalah. Sampaikan temuan sebagai pembelajaran sistem, apresiasi unit yang sudah baik, dan dorong semua pihak untuk memperbaiki bersama.
PT Ligar Mandiri Indonesia menyelenggarakan simulasi survei dan telusur sesuai STARKES, lengkap dengan laporan temuan dan rencana perbaikan. Hubungi 085716000879 · indonesialigarmandiri@gmail.com · www.ligarmandiriconsulting.com