Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh BMC untuk sebuah kedai kopi lokal fiktif bernama “Kopi Teras” yang berlokasi di dekat kawasan perkantoran dan perumahan.
Customer Segments
- Pekerja kantoran usia 25–40 tahun di sekitar lokasi.
- Mahasiswa dan pekerja lepas yang membutuhkan tempat bekerja.
- Warga perumahan sekitar pada akhir pekan.
Value Propositions
- Kopi dari biji lokal pilihan dengan harga terjangkau.
- Layanan cepat untuk pembelian bawa pulang di pagi hari.
- Tempat nyaman dengan internet dan colokan listrik untuk bekerja.
- Menu kopi susu dalam kemasan literan untuk dibawa ke kantor.
Channels
Gerai fisik, aplikasi pesan antar, akun media sosial, dan pemesanan kemasan literan melalui aplikasi pesan.
Customer Relationships
Program kartu stempel, sapaan personal oleh barista, dan komunitas pelanggan melalui acara cupping bulanan.
Revenue Streams
Penjualan minuman di tempat dan bawa pulang, penjualan makanan ringan, kopi literan untuk kantor, penjualan biji kopi kemasan, dan sewa ruang untuk acara kecil.
Key Resources
Lokasi strategis, mesin kopi, barista terampil, resep minuman, dan merek lokal.
Key Activities
Penyangraian atau pengadaan biji kopi, penyajian minuman, pengendalian kualitas, pemasaran digital, dan pengelolaan pesanan.
Key Partnerships
Petani atau penyangrai kopi lokal, pemasok susu, platform pesan antar, dan pemasok kemasan.
Cost Structure
Bahan baku, gaji barista, sewa tempat, utilitas, komisi platform, penyusutan mesin, dan promosi.
Analisis Singkat
Kekuatan model ini terletak pada kombinasi segmen pagi (kantoran) dan siang-sore (pekerja lepas), sehingga utilisasi tempat lebih merata. Risiko utamanya adalah komisi platform pesan antar yang menekan margin dan ketergantungan pada lokasi. Asumsi yang perlu diuji antara lain jumlah pembelian pagi per hari dan minat kantor terhadap kopi literan.
Penutup
Contoh ini menunjukkan bahwa BMC yang baik bersifat spesifik dan saling terhubung. Gunakan contoh ini sebagai inspirasi, lalu sesuaikan dengan kondisi bisnis Anda.