Kerja sama dengan asuransi kesehatan swasta dan perusahaan dapat mendatangkan volume pasien yang besar dan stabil. Namun, kontrak yang ditandatangani tanpa perhitungan bisa membuat klinik sibuk melayani pasien mitra dengan margin tipis, bahkan merugi. Negosiasi yang baik dimulai jauh sebelum duduk di meja perundingan.

Kenali posisi Anda sebelum bernegosiasi

  1. Ketahui unit cost. Ini adalah batas yang tidak boleh dilanggar. Tanpa angka ini, klinik tidak tahu seberapa besar diskon yang masih aman diberikan.
  2. Hitung nilai kerja sama. Berapa estimasi jumlah peserta atau karyawan, berapa perkiraan kunjungan per tahun, dan berapa pendapatan yang bisa dihasilkan? Kerja sama dengan 2.000 karyawan yang berlokasi di dekat klinik nilainya berbeda dengan polis yang pesertanya tersebar di berbagai kota.
  3. Pahami kapasitas. Apakah klinik masih punya kapasitas kosong? Jika poli sering penuh, tambahan pasien bertarif diskon bisa menggeser pasien umum yang membayar tarif penuh. Jika kapasitas masih longgar, tambahan pasien dengan margin kontribusi positif tetap menguntungkan.
  4. Kenali keunggulan klinik. Lokasi strategis, jam buka panjang, layanan laboratorium lengkap, atau dokter spesialis tertentu adalah nilai tawar yang dapat dipakai.

Pilihan skema tarif

Skema Cara kerja Cocok untuk
Diskon dari tarif umum Potongan persentase dari daftar tarif resmi Asuransi dengan peserta tersebar, volume belum pasti
Tarif kontrak khusus Daftar tarif tersendiri untuk mitra Mitra dengan volume besar dan layanan spesifik
Paket per kunjungan Harga tetap per kunjungan termasuk obat standar Perusahaan yang menginginkan kepastian biaya
Retainer bulanan Biaya tetap per karyawan per bulan Perusahaan besar di dekat klinik, mirip kapitasi

Skema retainer memberikan kepastian kas, tetapi memindahkan risiko pemakaian ke klinik. Gunakan hanya bila klinik memiliki data pola kunjungan yang memadai.

Klausul penting selain tarif

Tarif hanya satu bagian dari kontrak. Klausul berikut sering lebih menentukan keuntungan:

  • Jangka waktu pembayaran — berapa hari setelah klaim diterima pembayaran harus dilakukan.
  • Prosedur klaim — dokumen apa saja yang diperlukan dan bagaimana mekanisme penyelesaian bila ada klaim yang dipermasalahkan.
  • Cakupan layanan dan pengecualian — layanan apa yang ditanggung, dan siapa yang membayar layanan di luar tanggungan.
  • Batas atas obat — apakah ada plafon obat per kunjungan, dan apakah obat tertentu harus menggunakan merek generik.
  • Penyesuaian tarif — klausul peninjauan tarif tahunan agar kenaikan biaya dapat diakomodasi.
  • Volume minimum — bila klinik memberikan diskon besar, minta komitmen jumlah peserta atau kunjungan.

Teknik negosiasi praktis

  • Siapkan beberapa alternatif. Tawarkan pilihan, misalnya diskon lebih besar dengan pembayaran 14 hari, atau diskon lebih kecil dengan pembayaran 30 hari.
  • Tukar, jangan memberi cuma-cuma. Setiap konsesi tarif sebaiknya ditukar dengan sesuatu: kepastian volume, pembayaran lebih cepat, atau eksklusivitas.
  • Tetapkan batas mundur. Sebelum negosiasi, putuskan tarif terendah yang masih bisa diterima. Jika mitra meminta di bawah angka itu, lebih baik menolak.
  • Gunakan data. Tunjukkan kinerja layanan, waktu tunggu, dan kepuasan pasien sebagai bukti nilai yang ditawarkan.

Evaluasi setelah berjalan

Setelah kontrak berjalan enam sampai dua belas bulan, hitung profitabilitas per mitra: pendapatan, biaya langsung, margin, dan umur piutangnya. Mitra yang konsisten merugikan perlu dinegosiasikan ulang atau tidak diperpanjang.

Penutup

Kerja sama dengan asuransi dan perusahaan bisa menjadi mesin pertumbuhan klinik bila didasari perhitungan yang matang. Kenali biaya dan kapasitas Anda, perhatikan klausul di luar tarif, dan evaluasi setiap mitra secara berkala.

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts