Tahun lalu adalah titik terendah dalam perjalanan bisnis saya. Klien yang selama ini setia tiba-tiba mundur, proyek yang sudah di depan mata batal tanpa alasan jelas, dan kondisi keuangan perusahaan semakin tertekan. Saya sudah bekerja keras, mencari solusi ke sana-sini, tapi tetap saja dinding seakan makin menyempit.
Satu malam, dalam kelelahan dan kebingungan, saya tersadar—saya terlalu sibuk mencari jalan keluar, tapi lupa bersandar pada Yang Maha Mengatur. Malam itu, saya sujud lebih lama dari biasanya, mengadu dan menyerahkan semuanya. Sejak saat itu, saya berusaha lebih disiplin dalam sholat dan menguatkan kesabaran.
Hari demi hari berlalu, dan meski keadaan tak langsung berubah, hati saya lebih tenang. Keputusan yang saya ambil lebih jernih, dan entah bagaimana, satu per satu pintu mulai terbuka. Ada klien yang kembali dengan proyek lebih besar, ada peluang yang muncul dari arah tak terduga, dan perlahan bisnis mulai bangkit lagi.
Saya belajar satu hal penting—usaha memang wajib, strategi tetap perlu, tapi tanpa sholat dan kesabaran, semua bisa terasa sia-sia. Karena sejatinya, dalam bisnis dan kehidupan, pertolongan terbaik selalu datang dari-Nya.