A. Pendahuluan
Dalam bisnis seringkali dibutuhkan pendanaan. Pendanaan itu bisa digunakan untuk:

  • Memulai suatu bisnis
  • Menjalankan bisnis
  • Mengembangkan bisnis
    Ada kondisi dimana entrepreneur memulai suatu usaha dengan modal yang sangat minim. Kondisi ini disebut bootstrap. Pada bootstrap, entrepreneur memulai suatu perusahaan dari uangnya sendiri atau dari penghasilan operasional bisnis tersebut.
    B. Valuasi
  1. Valuasi
    Valuasi bisnis menentukan nilai ekonomi dari suatu bisnis atau unit bisnis. Valuasi bisnis ini bisa digunakan untuk menentukan nilai adil dari bisnis. Nilai ini digunakan untuk berbagai hal, antara lain menentukan nilai jual, membangun kepemilikan rekanan, pajak, dan juga proses pemisahan.
  2. Cara Menghitung Valuasi Perusahaan
    Ada banyak cara untuk menghitung valuasi perusahaan:
  • Valuasi berdasarkan harga saham
    Valuasi ini bisa dilakukan apabila perusahaan sudah memperdagangkan sahamnya secara publik (perusahaan terbuka). Valuasi perusahaan dapat terlihat dari harga saham perusahaan tersebut dikalikan jumlah saham.
  • Valuasi berdasarkan pesaing
    Valuasi yang dilakukan dengan melihat valuasi perusahaan lain di wilayah dan industri yang sama
    Valuasi berdasarkan aset
    Valuasi ini dilakukan dengan menjumlahkan semua nilai aset lalu dikurangi dengan nilai beban
  • Valuasi Discounted Cash Flow
    Discounted Cash Flow (DCF) adalah suatu teknik valuasi yang tidak hanya memperhitungkan aset yang ada sekarang, namun juga dengan memperhitungkan perkiraan pendapatan di masa depan.
  • Biaya Startup
    Perhitungan ini berdasar pada biaya yang akan dikeluarkan apabila ada yang berusaha memulai bisnis ini dari awal.
  • Multiplikasi Pendapatan
    Memperkirakan dari pendapatan yang sudah berjalan selama setahun dan dikalikan dengan faktor pengali.
  • Surplus dan Hutang
    Valuasi yang juga memperhitungkan berapa banyak uang kas yang dimiliki dan juga hutang perusahaan
  • Unicorn
    Unicorn adalah sebutan bagi perusahaan privat yang sudah bernilai lebih dari atau sama dengan 1 milyar Dollar. Di Indonesia, berdasarkan data Desember 2020, ada enam perusahaan yang sudah mencapai status unicorn, yaitu:
  • Gojek
  • Tokopedia
  • Traveloka
  • Bukalapak
  • OVO
  • JD.ID
    Bahkan, Gojek sudah mencapai status decacorn, yaitu perusahaan dengan nilai valuasi >= 10 Milyar Dollar.
    C. Tipe-tipe Investor
    Ada beberapa tipe investor untuk perusahaan rintisan:
  • Bank
    Bank bisa memberikan pinjaman sebagai modal untuk membangun usaha. Selain itu, beberapa bank juga sudah membuka pendanaan untuk membantu perusahaan rintisan di bagian pendanaan
  • Angel investor
    Investor individual yang memberikan dana investasi pada perusahaan rintisan disebut sebagai angel investor. Mereka banyak yang juga menjadi mentor ataupun advisor dari bisnis yang diinvestasikan tersebut dengan membawa pengalaman-pengalaman yang mereka miliki.
  • Peer to Peer Lending (P2P Lending)
    Pada zaman sekarang, sudah mulai banyak metode untuk mendapatkan pendanaan dengan crowdfunding, salah satunya adalah peer to peer lending. Konsep dari peer to peer lending adalah orang-orang yang meminjamkan atau memberi uang ke pihak yang ingin membuat bisnis dengan imbal balik tertentu, biasanya uang dengan keuntungan.
  • Venture Capitalist (VC)
    Ketika bisnis sudah berjalan dengan cukup baik, maka investor yang lebih sesuai untuk dilakukan pendekatan adalah venture capitalist. VC adalah lembaga yang melakukan investasi dengan nilai besar di perusahaan.
  • Investor Personal
    Investor personal merupakan investor yang lebih sesuai ketika awal menjalankan bisnis. Investor yang termasuk di investor personal adalah apabila bisnis menerima pendanaan dari teman dan keluarga. Namun, kondisi ini tidak selalu baik. Apabila menerima pendanaan dari keluarga dan terlibat masalah, maka masalah ini bukan hanya berpengaruh pada bisnis, tapi juga berpengaruh pada personal. Masalah dalam hal ini termasuk bila perusahaan ternyata tidak berjalan sebaik perencanaan awal. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan juga dalam menerima investasi dari pihak keluarga ataupun teman.
    Keputusan kita untuk memilih sumber pendanaan bisa tergantung dari beberapa faktor:
  • Pengalaman dari tim: Apakah tim founder kita berpengalaman? Semakin berpengalaman tim kita, semakin banyak pilihan untuk mendapatkan pendanaan
  • Tahap perusahaan: Apakah kita mencari pendanaan untuk ide atau sudah ada solusi di market? Atau malah sudah ada pelanggan? Sepanjang kita mengembangkan bisnis, pilihan pendanaan pun akan berubah.
  • Fokus area: Fokus dari bidang bisnis yang berbeda akan mempengaruhi pendanaan yang berbeda pula. Area bisnis yang memiliki return tinggi seperti bisnis high tech akan menarik lebih banyak investor, tapi bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan pendanaan di area bisnis lain.
  • Jumlah uang yang dibutuhkan: Semakin banyak uang yang dibutuhkan, semakin sedikit pilihan pendanaan.
    D. Tahapan Investasi
    Pada bisnis startup, ada beberapa tipe pendanaan:
  • Angel
    Pendanaan tipe angel merupakan pendanaan kecil yang bertujuan untuk memulai suatu bisnis. Pada tingkat ini, biasanya investasi dilakukan oleh angel investor, group of angels, teman, dan juga keluarga.
  • Pre-Seed
    Pendanaan pre-seed lebih besar dari pendanaan angel. Namun, pada tingkatan ini, pendanaan tetap masih dengan skala kecil atau belum ada investor tingkat institusi.
  • Seed
    Seed funding merupakan putaran pertama yang diterima oleh perusahaan rintisan yang biasa dilakukan sebelum masuk putara seri A.
  • Venture – Series
    Pendanaan venture merupakan pendanaan yang berasal dari venture capitalist. Pendanaan ini memiliki tahapan dari seri A, seri B, seri C, dst., dimana setiap seri adalah tahapan pendanaan yang semakin besar nilainya.

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts