29
- November
2020
Posted By : admin
Riset Pasar dalam Bisnis

Tipe-tipe Riset Pasar

Ada dua tipe riset pasar yang dikenal oleh banyak pelaku bisnis.

  1. Riset Primer

Riset jenis ini digunakan untuk menganalisis penjualaan yang terjadi saat ini serta efektifitas dari metode yang digunakan untuk penjualan saat ini. Riset primer ini berguna untuk mendapatkan informasi tentang rencana kerja yang akan dilaksanakan perawatan. Informasi yang diberikan adalah informasi tentang kompetitor serta peta kompetisi yang ada saat ini.

Riset Sekunder

Riset sekunder bertujuan untuk menganalisa data yang sudah ada, seperti data dari penelitian, data dari statistik, data dari pemerintah, dsb. Dengan data sekunder ini, kita bisa mengidentifikasikan kompetitor, membandingkan dengan kompetitor, serta mengidentifikasikan target segment pelanggan kita. Segment Anda adalah orang yang masuk ke dalam target yang sudah disiapkan sebelumnya.

Kedua tipe diatas membutuhkan data untuk bisa diinterpretasikan. Pertanyaannya, bagaimana cara mendapatkan data? Bagaimana data-data tersebut bisa dikumpulkan?

Pentingnya Mengumpulkan Data

Tidak ada satu bisnispun yang bisa sukses tanpa pemahaman mendalam tentang pelanggan, tentang produk atau servis mereka, dan tentang pasar secara umum. Kompetisi dalam dunia bisnis begitu hebat, sehingga, menjalankan sebuah bisnis tanpa riset pasar mungkin justru akan menguntungkan bagi kompetitor-kompetitor yang sudah ada terlebih dahulu.

Bagaimana menjalankan Riset Primer?

Ada beberapa cara yang bisa dilaksanakan untuk mendapatkan informasi tentang banyak hal yang berkaitan dengan keinginan pelanggan. Cara-caranya adalah:

  • Interview, bisa dilakukan dengan secara langsung mendatangi narasumber, atau bisa dilaksanakan dengan menggunakan bantuan teknologi seperti internet.
  • Survei. Saat ini survey bisa dilakukan dengan menggunakan jaringan internet (online survey) atau dengan menggunakan surat menyurat
  • Kuesioner, bisa menggunakan kuesioner online atau menggunakan surat menyurat.
  • Focus Group Discussion – diskusi bersama-sama dengan topik yang terfokus.

Ada beberapa pertanyaan yang perlu disertakan dalam sebuah Riset Primer. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah:

  1. Faktor-faktor apa yang menjadi pertimbangan Anda saat membeli sebuah produk atau menggunakan suatu jasa?
  2. Apa yang Anda sukai atau tidak sukai dengan produk atau jasa yang saat ini sedang ada di pasaran?
  3. Di bagian mana yang menurut Anda membutuhkan perbaikan?
  4. Berapa harga yang menurut Anda layak bagi produk dan jasa seperti ini?

Tipe-tipe Proses Pengumpulan Data

Metode Kuantitatif – Metode ini menggunakan analisis matematis dan membutuhkan sampel dalam jumlah banyak. Hasil yang dikemukakan adalah hasil dalam bentuk statistika.

Hasil yang ada akan menunjukkan berbagai informasi yang dapat membantu memutuskan berbagai hal terkait bisnis, seperti informasi tentang pelanggan potensial yang akan dituju, berapa rata-rata usia mereka, berapa range usia mereka, apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka harapkan, apa yang lebih mereka sukai, dan berbagai informasi lain yang penting dan dianggap bisa mendukung pelaksanaan bisnis tersebut.

Metode Kualitatif – Metode ini membantu kita mengembangkan dan mencocokkan hasil dari metode kuantitatif. Metode ini sangat membantu untuk mendefinisikan permasalahan yang ada. Metode ini menggunakan metode wawancara untuk bisa mengetahui pendapat dari para pelanggan, nilai-nilai yang mereka harapkan, serta cara pandang mereka terhadap suatu produk atau jasa. Berbeda dengan metode kuantitatif, metode kualitatif tidak membutuhkan banyak sampel.

Kesalahan yang Umum terjadi pada Riset Pasar

Ada beberapa hal yang sering terjadi pada Riset Pasar, sering dilakukan, meski sebenarnya hal tersebut adalah sebuah kesalahan yang berpotensi menghasilkan kesimpulan yang bias dari riset pasar tersebut.

Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:

Hanya menggunakan Riset dengan Data Sekunder – Data sekunder tidak bisa memberikan gambaran riil dari kondisi pasar terkini. Data sekunder adalah sebuah data yang didapat dari riset di masa yang telah lalu. Pada saat riset tersebut dilakukan (dimasa lalu), data tersebut mungkin memang valid, akan tetapi, mengingat pasar yang begitu dinamis, mungkin saja kesimpulan yang diberikan oleh data sekunder tersebut sudah tidak lagi relevan. Mempercayai Informasi yang Didapat dari Internet – akses ke internet yang begitu mudah, membuat banyak orang cenderung malas untuk mencari informasi secara detail. Orang cenderung mudah percaya pada sebuah berita, yang sumbernya bahkan belum tentu dapat dipercaya.

Banyak orang yang menelan begitu saja informasi yang tersaji, tanpa menelaah lebih dalam. Mungkin saja, informasi yang diberikan tersebut benar adanya, tetapi boleh jadi, informasi tersebut merupakan sebuah artikel lama yang diposting ulang oleh orang lain. Akibatnya, informasi tersebut bukan lagi sebuah informasi yang akurat. Untuk memastikan bahwa data tersebut akurat, maka seorang pebisnis yang akan melakukan riset pasar harus mencari data dari sumber-sumber yang akurat seperti dari kampus, biro pusat statistik, atau pusat-pusat bisnis. Hal yang lebih penting, seorang pebisnis harus memastikan bahwa data yang tersaji adalah data terbaru dan masih relevan.

Hanya melakukan Survey pada orang yang tidak dikenal – pemilik terkadang cenderung hanya melaukan survey kecil – yang kemudian dianggap sebagai riset pasar, pada orang-orang terdekat mereka yang sudah dikenal seperti keluarga teman – teman atau kolega terdekat. Dalam konteks riset pasar, pendapat dari orang-orang terdekat bukanlah pendapat yang bisa dianggap obyektif. Sebagai orang-orang terdekat, boleh jadi pendapat yang mereka berikan hanya bersifat sebagai penyemangat buat pemilik bisnis, yang pada akhirnya hanya memberikan informasi yang jauh dari akurat.

Untuk mendapatkan informasi yang berguna dan akurat, seorang pemilik bisnis perlu berbicara langsung dengan (calon) pelanggan yang sebenarnya. Banyak hal yang bisa digali dengan mengadakan pembicaraan langsung dengan mereka, seperti informasi tentang apa yang sebenarnya mereka butuhkan, apa yang mereka inginkan, dan apa harapan mereka dari sebuah bisnis ini?

Pembicaraan tidak harus bersifat resmi seperti wawancara di televisi, tetapi bisa lebih pada pembicaraan informal yang santai, bisa dilakukan di tempat-tempat yang informal, atau bahkan pembicaraan “lift”, (pembicaraan singkat yang dilakukan dalam lift sebelum sampai ke lantai tujuan).

F. Creating and Innovating – Berdasarkan Kebutuhan Pasar Insight

Riset Pasar adalah titik awal pijakan Anda. Oleh sebab itu, Anda sebagai pemilik bisnis harus memastikan bahwa riset pasar yang dilakukan sudah dilaksanakan dengan metode yang tepat, hingga hasil yang didapat akan obyektif dan berguna untuk Anda. Hasil riset pasar yang dilakukan terdahulu akan memberikan informasi tentang kebutuhan pasar. Didalamnya Anda bisa mendapatkan Customer Insight yang kemudian akan membawa Anda pada proses Ideation – Idea Generation atau penciptaan Ide.

Dari ide yang didapat, Anda akan mencoba memvisualisasikan, dengan konsep Visual Thinking, yang akan diakhiri dengan Prototyping. Pembuatan prototype akan memberi gambaran Anda tentang seperti apa produk/jasa itu, dan dengan demikian, Anda akan bisa berlanjut ke proses selanjutnya, yaitu penentuan strategi. Strategi apakah yang akan digunakan kedepan? Akan ada berbagai strategi yang perlu dirumuskan, termasuk strategi produksi, strategi pemasaran dan penjualan.

Category:

Tinggalkan Balasan