31
- Juli
2020
Posted By : admin
5 Dimensi Inovasi Bisnis Airbnb

Seperti kisah Airbnb, inovasi bukan hanya pada produk, proses, atau teknologinya, melainkan inovasi terjadi pada proses, atau teknologinya, melainkan inovasi terjadi pada model bisnis. Inovasi bisa dikategorikan menjadi inovasi model bisnis (IMB) bila dua atau lebih elemen penyusun model bisnis dilakukan inovasi padanya. Bila mengambil contoh Airbnb di atas, Airbnb telah melakukan inovasi pada Segmen Target, Rantai Nilai, Produk/Servis, Model Biaya, dan Model Pendapatan. Lima dimensi ini diinovasi oleh Airbnb. Airbnb menyasar pelanggan yang mau berhemat ketika melakukan perjalanan (dimensi Segmen Target) dengan mengajak para pemilik kamar apartemen yang tidak terpakai untuk disewakan kepada orang l;ain (dimensi Rantai Nilai dan dimensi Produk/Servis yang ditawarkan) sehingga Airbnb tidak perlu melakukan investasi besar-besaran pada pengadaan kamar tersebut (dimensi Model Biaya). Namun, mereka tetap mendapatkan keuntungan dari setiap orang yang menginap di kamar-kamar yang disewakan oleh pemilik kamar melalui platform mereka (dimensi Model Pendapatan). Dari sini saja kita bisa mengambil pelajaran setidaknya 5 dimensi elemen model bisnis diinovasi oleh Airbnb, tidak sekedar inovasi produk, proses, atau teknologi, inilah yang membedakan antara inovasi Model Bisnis dengan inovasi Produk, Proses, atau Teknologi.

Oleh karena itu, inovasi model bisnis sangat penting bagi sebuah startup baru. Di suatu kesempatan, Alex Osterwalder, penemu BMC mengatakan menemukan inovasi model bisnis yang tepat jauh lebih utama dibandingkan menemukan ide yang tepat—perkataan dengan makna yang cukup dalam.

Mengapa harus hari ini? Apalagi bagi Anda para pelaku startup, inovasi model bisnis inilah yang menjadi salah satu faktor yang akan membuat Anda bisa berhasil. Inovasi produk, proses, atau teknologi mudah ditiru, apalagi posisi Anda sebagai startup dengan modal terbatas. Jika mengandalkan inovasi pada produk, proses, atau teknologi, korporasi besar akan mudah melahap Anda. Dengan kapital yang besar, mereka mudah dan mengeksekusinya dengan cepat. Lain halnya jika anda meluncurkan startup dengan inovasi model bisnis, korporasi besar akan sulit menirunya. Ini karena hal yang Anda lakukan dan tawarkan tidak umum, tidak biasa atau tidak mainstream bagi perusahaan korporasi besar. Banyak hal yang di luar pakem mereka dan jika mau meniru, banyak hal yang harus ditabrak dari cara mereka berbisnis yang sudah berpuluh-puluh tahun.

Di suatu kesempatan, Triwan Munaf, ketua adan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyinggung saat ini inovasi berjalan cepat, yang dulunya bertahun-tahun baru bisa ditemukan dan diluncurkan menjadi sebuah produk atau layanan baru, sekarang hitungan bulan, selalu ada inovasi baru yang siap meluncur di pasar. Perusahaan korporasi besar pun turut terkena dampaknya. Mau tidak mau mereka harus tetap relevan dengan mengikuti tren dan perkembangan teknologi serta adaptif terhadap perkembangan tersebut sesuai dengan kondisi dan situasi di korporasinya. Salah satu contoh yang bisa kita lihat adalah perusahaan transportasi. direktur Blue Bird, Sigit Djokosoetono, berujar walau Blue Birrd bukan perusahaan teknologi, melainkan perusahaan transportasi, mereka tetap harus mengikuti perkembangan teknologi. Mereka meluncurkan aplikasi mobile yang memudahkan pelanggan memesan taksi dengan fitur-fitur dan tampilan yang tidak kalah dari para pesaingnya, yaitu Uber, Grab, dan Co-Car

sumber : Buku Startup Businnes Model

Category:

Tinggalkan Balasan