13
- Desember
2018
Posted By : admin
Asas-Asas Kontrak
Asas merupakan dasar atau tumpuan berpikir atau berpendapat. Dalam kontrak, asas-asas kontrak merupakan dasar-dasar pemikiran tentang ketentuan membuat kontrak, prinsip-prinsip mendasar dengan ketentuan-ketentuan mengenai hukum kontrak bertumpu. Dalam hukum kontrak setidaknya terdapat lima asas yang perlu menjadi pedoman dalam membuat kontrak, yaitu asas kebebasan berkontrak, asas konsualisme, asas kepastian hukum, asas iktikad baik, dan asas kepribadian.
Asas Kebebasan Berkontrak (freedom of Contract)
Pada prinsipnya, setiap orang bebas untuk membuat kontrak tentang apa pun dan dengan siapa pun. Namun, kebebasan ini bukanlah kebebasan yang mutlak, karena bagaimanapun undang-undang tetap membatasi.
Asas Kepastian Hukum (Pacta Sunt Servanda)
Asas kepastian hukum berarti setiap kontrak yang dibuat secara sah akan dijamin perlindungannya oleh hukum. Bagi para pihak yang membuatnya, kontrak tersebut berlaku layaknya undang-undang dan harus dihormati oleh siapapun. Setiap orang yang tidak berkepentingan terhadap kontrak tersebut dilarang untuk melakukan intervensi.
Asas Konsensualisme (concensualism)
Salah satu syarat kontrak adalah adanya kesepakatan atau konsensus di antara para pihak. Asas konsensualisme berarti suatu kontrak telah lahir sejak detik tercapainya kata sepakat. Begitu kedua belah pihak menyatakan kesepakatannya, pada saat itulah mereka telah menjalin perikatan berdasarkan kontrak.
Asas Itikad Baik (Good Faith)
Iktikad baik berart motivasi para pihak dalam membuat dan melaksanakan kontrak harus jujur, terbuka, dan saling percaya. Motivasi tersebut tidak boleh dicemari oleh maksud-maksud untuk melakukan tipu daya atau menutup nutupi keadaan yang sebenarnya.
Asas Kepribadian (Personality)
Asas kepribadian berarti isi kontrak hanya mengikat para pihak yang membuatnya secara personal dan tidak mengikat pihak-pihak lain yang tidak memberikan kesepakatannya. Seperti disebutkan dalam pasa 1338 KUHPerdata, bahwa semua kontrak yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.
Sumber : Buku Panduan Membuat Kontrak Bisnis
Category:

Tinggalkan Balasan