24
- Juli
2018
Posted By : admin
Model Bisnis Barter

Konsep model bisnis barter bukanlah hal yang baru digunakan dalam dunia bisnis. Dahulu ketika uang belum digunakan sebagai nilai tukar, orang-orang menggunakan sistem barter untuk saling mendapatkan barang yang dibutuhkan. Model bisnis ini menjadi sangat populer ketika diterapkan melalui kanal media sosial Twitter dengan nama Pay with a Tweet. Seorang pengguna bisa mendapatkan gratis sebuah produkdari sebuah startup atau korporasi apabila menyebutkan produk tersebut dalam sebuah tweet di media sosial Tweeter. Startup cukup mendaftarkan produk atau layanannya ke situs Pay With a Tweet. Dari sisi pengguna, ia akan mendapatkan gratis produk dengan melakukan sebuah kicauan (tweet). Namun, bagi startup atau korporasi yang ingin menggunakan layanan dari paywithatweet.com diberikan opsi yang cuma-cuma atau berbayar bila ingin mendapatkan support yang lebih baik.

Model barter ini juga diaplikasikan dalam pengembangan B2B e-commerce yang saya dirikan, LabSatu.com. Kami beberapa kali ditawarkan menjadi media partner dalam sebuah expo berskala nasional dan regional di bidang laboratorium. Sebagai bentuk barter, promosi expo dapat diberikan cuma-cuma melalui semua kanal yang LabSatu.com media sosial LabSatu, email blasting newsletter, maupun hal lainnya. Imbal baliknya, kami diakui sebagai media partner resmi penyelenggara di seluruh media promosi tercantum logo LabSatu dan kami diberikan booth selama event berlangsung.

Bentuk-bentuk barter dapat beraneka ragam, tergantung produk atau layanan yang Anda miliki. Model ini bisa dikembangkan seperti co-branding dan partnership bersama antara dua merek untuk saling promosi sehingga biaya dapat ditekan dan dibagi antara pihak-pihak yang terlibat.

Satu lagi situs yang mengusung model bisnis barter adalah bookcrossing.com. Namanya populer di Amerika, tetapi di Indonesia tidak terlalu terdengar. Cara kerja situs ini adalah memfasilitasi para pecinta buku untuk saling berbagi antar mereka. Mereka bisa saling sharing buku-buku yang sudah tidak dibaca oleh mereka untuk dibaca oleh orang lain. Sebaliknya, jika mereka mau mencari buku baru yang ingin dibaca, mereka tidak perlu membeli buku baru, tetapi cukup melalui situs ini.

Model bisnis barter sesungguhnya tidak asing. Namun, pada era sekarang jarang kita temui model barter diterapkan secara luas oleh korporasi atau startup. Sedikit berbeda dengan model barter yang kita kenal, yaitu menukar barang dengan barang. situs yang satu ini membuat penggunanya dapat menukar barang-barang yang sudah tidak gunakan lagi dengan uang tunai ketika barangnya laku dijual. Nama situs ini adalah swap.com. Situs ini menjadi toko online model kosinyasi yang paling cepat pertumbuhannya di Amerika.

Sumber : Buku Startup Business Model

Category:

Tinggalkan Balasan