23
- Juli
2018
Posted By : admin
Sharing Economy

Model bisnis sharing ekonomi semakin terkenal ketika prof. Rhenald Kasali menulis sebuah artikel yang mengangkat topik ini untuk membahas fenomena taksi online seperti uber dan Grab. Tulisan Prof. Rhenald menuai pro dan kontra di antara masyarakat Indonesia. Dari yang kontra mengatakan konsep Uber dan Grab bukanlah konsep sharing ekonomi. Dari yang pro tentu sebaliknya. Apa opini Anda? Inti model ini adalah startup menawarkan platform yang bisa memfasilitasi masyarakat untuk saling sharing. Jadi, model ini mirip dengan model crowdsourcing yang mengandalkan masyarakat untuk berbagi.

Ketika sebuah mobil banyak menganggur di rumah dan tidak dimanfaatkan, model sharing ekonomi bisa digunakan. Bahkan, beberapa startup transportasi online sudah menawarkan fitur berbagai layanan dalam naik mobil. Misalnya, satu mobil muat 7 orang, kursi mobil tersebut dapat dinaiki oleh orang lain juga dengan rute yang sama sehingga antar pengguna bisa saling sharing biayanya dan mendapatkan biaya yang lebih hemat. Saat buku ini ditulis, Uber telah menawarkan Uber Pool untuk layanan ini. Saya yakin Gojek dan Grab akan segera menyusul. Mirip Gojek di Indonesia yang begitu populer sebagai karya anak bangsa, di Cina, Didi Chuxing yang sebelumnya bernama Didi Kuadi adalah karya bangsa Cina yang menjadi raja di negaranya sendiri, mengalahkan Uber dengan melayani hingga 400 kota di Cina. Model yang diterapkan Didi Chuxing sama halnya dengan Uber dan startup sharing ekonomi lainnya.

 Startup lokal Ompreng yang baru diluncurkan juga mempunyai model yang sama untuk sharing ekonomi. seperti namanya, Ompreng adalah layanan ride sharing untuk memfasilitasi mereka yang memiliki mobil share tempat duduk ke orang lain yang menuju rute yang sama sehingga bagi bagi pemilik mobil akan menghemat biaya bakar dan mendapakan pemasukan tambahan. Sementara itu, bagi penumpang mereka bisa membayar lebih hemat. Starup Ompreng menyediakan 3 layanan, ompreng mobil, sepeda motor, dan mobil shuttle.

Mobil sharing ekonomi memfasilitasi pengguna untuk men-sharing aset miliknya yang tidak terutilisasi penuh untuk disewakan ke orang lain. Model sharing ekonomi memunculksn peluang baru bagi orang yang berniat untuk membeli aset untuk disewakan melalui platform sharing ekonomi. Produk-produk yang disewakan melalui platform startup model sharing ekonomi secara umum adalah berharga mahal sehingga orang berkecendrungan untuk menyewa saja, dibandingkan harus membeli.

Sumber : Buku Startup Business Model

Category:

Tinggalkan Balasan