23
- Juli
2018
Posted By : admin
Model Self-Service

Model self-service artinya anda menyediakan teknologi bagi para pelanggan agar bisa mengakses atau melayani dirinya sendiri. Banyangkan seperti Anda menyediakan mesin ATM sehingga pelanggan bisa mengambil uangnya sendiri tanpa perlu dilayani oleh staf bank. Pada saat mengikuti program kursus Stanford Go-to-Market di Malaysia, saya bertemu dengan Darwin Gosal, pendiri startup CryoWerx yang menyediakan vending machine untuk menu makan siang. Saat ini, beberapa mesin Cryowerx telah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis di Singapura. Darwin sendiri tinggal di Singapura. Konsumen yang tidak mempunyai waktu banyak untuk makan, dapat membeli makannya melalui mesin CryoWerx dan menghemat waktu dalam menunggu pesanan karena ia langsung bisa mendapatkan makanannya mengantre.

Sebuah startup berbasis di Tampa, Amerika juga menerapkan model self-service di bidang laundry. Startup yang telah mendapatkan pendanaan 1,8 juta  dolar ini mengkobinasikan paten teknologinya berupa aplikasi mobile yang terhubung dengan mesin laundry-nya di jaringan toko yang dimilikinya. Nama startup ini adalah Washlava. Melalui aplikasi mobile tersebut. Keunggulan aplikasi Washlava adalah konsumen bisa melakukan reservasi mesin cuci yang ingin digunakan sebelum datang ke lokasi toko Washlava. Model self-service bisa dijalankan startup jika panduan penggunaan produk atau layanan startup mudah di mengerti

Jika dua contoh startup tadi masih menggunakan mesin yang ada secara fisik, startup yang berbasis di London ini menerapkan model self-service untuk produk software, bukan produk fisik. Nama startup-nya adalah Ticketscript yang menawarkan software untuk penjualan karcis. Setiap penyelenggaraan sebuah event tertentu dapat memakai layanan yang disediakan Ticketscript sehingga mereka bisa secara otomatis menjual karcis event mereka. Model self-service mirip dengan model bisnis ATM. Pelanggan dapat melayani dirinya sendiri tanpa perlu bantuan operator. Model self -service bila dijalankan dapat mengurangi kebutuhan sumber daya manusia pada startup.

Sumber : Buku Startup Business Model

Category:

Tinggalkan Balasan