16
- Juli
2018
Posted By : admin
Persaingan Marketplace Startup

Persaingan marketplace di tanah air makin kencang. Dua startup lokal yang model bisnis ini adalah Tokopedia dan BukaLapak. Saling susul menyusul untuk menjadi yang terdepan. Kedua startup ini mempunyai keunikan masing-masing dan strategi berbeda dalam menjalankan bisnisnya. Keduanya mengambil model marketplace dengan sasaran C2C (consumer to consumer) sehingga siapa pun bisa bergabung dan berjualan di kedua startup tersebut. Sasaran mereka adalah para UKM yang mengepakkan sayap melalui internet. BukaLapak telah berhasil menggaet lebih sekitar 500 ribu UKM yang berjualan melalui platform BukaLapak dan saya yakin ketika buku ini dicetak mereka akan menebus 1 juta UKM dalam waktu yang tidak lama lagi. Sebuah jumlah yang luar biasa. Kehadiran startup ini telah membantu banyak UKM di Indonesia agar lebih maju secara ekonomi.

Lain BukaLapak, lain pula Tokopedia. Di blog-Nya, Tokopedia menyebutkan pendapatan yang didapatkan mereka bersumber dari dua hal, yaitu keanggotaan Gold Merchants dan fitur Top Ads. Keuntungan dari Gold Merchants bagi para penjual yang buka toko akan mendapatkan Gold Badge di tokonya yang membuat tokonya berbeda dan lebih terpercaya dibandingkan toko lainnya. Sementara itu, dengan Top Ads, iklan toko penjual akan lebih ditemukan oleh pengunjung website. Untuk biaya Gold Merchant dimulai dari Rp 100 ribu per bulan dengan langgan minimal 3 bulan. Toko bisa melakukan top up untuk fitur Top Ads dari angka minimal Rp50 ribu. Dari skema ini dapat dikategorikan Tokopedia menerapkan sistem dengan untuk Gold Merchant mereka dan deposit kredit untuk fitur Top Ads mereka.

Konsep marketplace juga merambah ke sektor spesifik dan segmen barang tertentu, seperti ralali.com yang menyediakam barang-barang MRO (maintenance, repair &operational), yaitu barang-barang perkakas yang banyak dibutuhkan oleh industri, LabSatu.com sendiri juga menyasar segmen spesifik, yaitu penyedia barang-barang kebutuhan laboratorium, baik itu alat, bahan kimia, barang consumable, furniture, maupun layanan uji tes laboratorium untuk kebutuhan industri LabSatu ingin menjadi platform terlengkap untuk kebutuhan laboratorium para pelanggan di dunia industri.

Model marketplace tidak akan berhasil bila hanya menggantungkan pada teknologinya, kecuali Anda mempunyai pembeli dan penjual di dalamnya. Anda tidak akan dapat para pembeli jika anda tidak mempunyai para penjual. Sebaliknya anda tidak akan mendapat para penjual, jika Anda tidak dapat mendatangkan para pembeli.

Untuk anda yang mempertimbangkan untuk menerapkan model bisnis marketplace untuk startup Anda, yang perlu anda perhatikan setidaknya ada 3 hal mengacu pada buku Platform Revolutionkarya anyar dari Sangeet Paul Choudry. Pertama, likuiditas atau massa kritikal. Maksudnya adalah jumlah minimum para penjual dan pembeli yang menggunakan platform marketplace Anda sehingga bisa memenuhi ekspektasi kedua pihak baik dari sisi penjual atau pembeli. Kedua, kecocokan: kurasi produk atau layanan. Pengguna yang datang ke situs sebuah marketplace dari awal sudah mempunyai maksud untuk mencari produk atau layanan tertentu sehingga secara nature berbeda dengan situs yang mengandalkan engagement dengan penggunanya. oleh karena itu, kualitas algoritma pencarian dan navigasi yang intuitif menjadi kritikal dalam menyampaikan nilai dari marketplace tersebut. Ketiga, kepercayaan: kurasi partisipasi. Membangun kepercayaan mutlak bagi sebuah marketplace. Contoh startup yang berhasil membangun kepercayaan, yaitu Airbnb karena kemampuannya untuk mengkurasi para partisipannya. Airbnb memfasilitasi host dan penyewa untuk memberi review satu sama lain dan Airbnb termasuk salah satu tertinggi rating-nya di antara marketplace lainnya.

Sumber :  Buku Startup Business Model

Category:

Tinggalkan Balasan