18
- Mei
2017
Posted By : admin
Ide Bisnis Restoran

Hasil gambar untuk restoran

Membuka usaha pastinya harus sesuai dengan keinginan dan minat kita. dengan memiliki usaha yang kita sukai maka kita akan merasa senang dan tidak capek dalam melakukannya sehingga membuat kita menjadi tidak terlalu susaha atau berat, mengapa? karena usaha kita adalah salah satu pekerjaan yang meyenangkan.

Apabila anda memilki kegemaran dan hobi dalam dunia memasak, hal tersebut bisa saja anda kemabangakan menjadi salah satu hobi yang menghasilkan beberapa penghasilan entah itu itu penghasilan kecil yang bisa membantu perekonomian anda dalam bentuk kebutuhan primer atau bahkan dengan penghasilan besar yang dapat mencungkupi segala keperluan sekunder seperti, Sepeda Motor, Mobil dan lain-lain. dan salah satu usaha yang bisa anda manfaatkan dalam hobi anda adalah membuka Usaha Rumah Makan Atau Restoran.

Keberhasilan sebuah usaha kuliner ditentukan pada perencanaan awal. Banyak orang yang terburu-buru memutuskan untuk terjun ke bisnis makanan tersebut tanpa terlebih dahulu melakukan berbagai persiapan. Bayangkanlah jika Anda langsung menyewa suatu tempat tanpa mengetahui tempat itu cocok atau tidak untuk berjualan makanan. Ternyata setelah menyewa dan membeli semua barang kebutuhan usaha, pembeli tidak ada. Kalaupun ada, itu pun sangat sedikit. Tentunya uang yang sudah Anda keluarkan akan sia-sia.

Anda perlu waktu lebih lama untuk mencari kembali jenis makanan lain yang kira-kira diminati pembeli. Jika jenis makanan yang baru tetap tidak diminati pembeli, Anda akan kembali mencari alternatif yang lain. Ada kemungkinan peristiwa ini terjadi berulang kali. Waktu Anda akan terbuang begitu saja. Jadi dengan melakukan perencanaan awal, Anda akan bekerja lebih teratur, mempunyai sistem dan waktu yang lebih singkat. Hal ini akan mengurangi risiko kerugian dari berbagai hal. Adapun persiapan awal meliputi:

  1. Menentukan lokasi.
  2. Menentukan jenis makanan yang akan dijual.
  3. Menentukan nama usaha.
  4. Mengumpulkan tester.
  5. Menyiapkan barang-barang usaha.
  6. Mencari karyawan.

Kunci utama usaha kuliner adalah lokasi usaha. Pengertian lokasi usaha adalah suatu tempat yang layak untuk melakukan kegiatan menjual dan membeli. Tempat yang layak untuk berusaha bisa di berbagai tempat. Namun ada beberapa tempat yang memiliki kelebihan, yaitu biasa disebut dengan tempat strategis. Artinya, tempat tersebut mudah dijangkau, mudah dilihat dari berbagai arah, tempat lalu-lalang orang/penduduk sekitar, bentuknya sederhana, dan memiliki tempat parkir yang luas.

Beberapa orang berpendapat bahwa asal makanan yang dijual enak, maka pelanggan akan berdatangan. Padahal meskipun rasa makanan tersebut sudah memenuhi selera,namun jika lokasi usaha sulit dijangkau, maka makanan akan sulit terjual. Oleh sebab itu, pemilihan jenis makanan yang akan dijual bisa ditentukan selanjutnya. Bandingkanlah dua warung makanan yang sama-sama enak namun yang satu terletak dipinggir jalan sedang yang lainnya terletak di gang sempit. Mana yang akan pelanggan pilih?Kemungkinan besar akan dipilihnya warung makan yang terletak dipinggir jalan. Hal ini karena lokasi tersebut mudah dijangkau.

Ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk berjualan, antara lain:

  1. Pelataran atau halaman rumah’
  2. Toko yang berada di pinggir jalan utama dekat dengan kawasan permukiman padat.
  3. Depan halaman minimarket yang ramai.
  4. Di kantin perkantoran, sekolah, atau kampus.
  5. Pasar modern.
  6. Pasar tradisional yang bersih.
  7. Di mal.

Pilih alternatif usaha setidaknya 5 tempat untuk diseleksi lagi menjadi satu atau dua tempat. Jika sudah mengetahui perkiraan tempat yang strategis, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengamatan di lokasi-lokasi tersebut. Pengamatan bisa dimulai dengan memperkirakan kapan saja tempat-tempat tersebut ramai pengunjung, apakah pagi, siang, atau malam hari, apakah hari kerja atau hari libur, dan apakah persaingan bisnisnya ketat atau masih ada peluang untuk sukses. Kemudian amatilah jenis makanan yang banyak diminati pembeli, misalnya orang banyak berkerumun sampai rela antre hanya untuk membeli makanan martabak mini. Sedangkan penjual nasi goreng sepi pembel. Ada kemungkinan di tempat ini lebih cocok menjual makanan ringan. Jangan terlalu berani mengambil resiko menjual makanan utama karena kondisinya tidak tepat.

Penting pula diperhatikan fasilitas utilitas yang ada, seperti pengadaan air bersih, listrik dan jaringan telepon. Hal ini akan mendukung kelancaran usaha. Pikirkan juga apakah di lokasi usaha mudah memperoleh bahan baku untuk membuat stok makanan. Jika suatu saat pelanggan meningkat dan Anda kehabisan stok secara mendadak, maka Anda mudah mencari bahan baku di sekitar lokasi. Dipasaran, jenis makanan yang dijual sangat beragam, mulai dari makanan ringan sampai makanan utama. Akhirnya kita kembali berpikir jenis makanan apa yang akan dijual agar berbeda dari makanan yang sudah ada. Jika ayam goreng ala Kentucky atau martabak mini mulai menjamur, sebaiknya jangan lantas latah untuk menjual makanan sejenis. Belum tentu barang yang serupa akan sama larisnya. Pilihlah yang sesuai hati nurani.

Ada baiknya juga mulai menelusuri lebih lanjut jenis makanan yang sering kita makan atau kita gemari. Tidak perlu harus bisa memasak, yang penting adalah mengikuti kata hati. Misalnya, Anda suka makanan A, Anda sering membelinya dan Anda ingin menjualnya dengan versi Anda, maka akhirnya Anda menciptakan makanan baru yang belum ditemukan dipasaran, dan makanan ini memiliki nilai jual. Untik membantu Anda, cobalah mengingat-ingat apakah lidah Anda cocok dengan masakan tradisional, seperti soto betawi, rendang padang, dan lain-lain, atau masakan asing seperti spaghetti, sandwich, burger, dan lain-lain. Atau pernahkah keluarga memuji makanan yang pernah dimasak? Ada kemungkinan jenis makanan itulah yang cocok kita jual sebagai tahap awal.

Pilihlah nama usaha yang mewakili jenis usaha Anda. Sesuaikanlah jenis makanan yang akan dijual. Sebaiknya nama tidak terlalu panjang, mudah dibaca, unik, dan mengena. Hindari kata-kata yang memberi kesan berbelit-belit. Carilah 2 atau 3 alternatif nama. Mintalah pendapat saudara atau teman-teman. Anda perlu berhati-hati untuk tidak menggunakan nama yang sama dengan usaha makanan yang sudah ada, terutama di daerah atau di kota yang sama. Hubungilah kantor Departemen Perdagangan setempat untuk meminta keterangan lebih lanjut tentang nama atau merek dagang tempat usaha Anda.

Anda sudah menemukan jenis-jenis makanan yang akan dijual. Namun untuk meyakinkan bahwa makanan tersebut layak jual, ada baiknya Anda mengundang beberapa kerabat atau teman untuk mencicipi hasil masakan yang akan dijual. Pilihlah kerabat atau teman yang dapat memberikan masukan ide akan rasa dan penampilan setiap menu makanan. Menurut saya setidaknya ada 2 tipe tester, yakni:

  1. Tester tipe A yang hanya mampu memberi komentar “enak”.
  2. Tester tipe B yang mampu merasakan bahwa makanan tersebut kurang bumbu atau makanan sudah enak tetapi segi peampilan perlu diperbaiki.

Tipe A tidak perlu diundang. Tipe B-lah yang Anda pilih karena akan membantu menentukan rasa dan penampilan dari makanan yang akan Anda jual. Untuk menguji masakan Anda, maka Ansa bisa menyiapkan 5 jenis makanan yang akan menjadi makanan andalan di tempat usaha. Sajikan dalam porsi kecil dan tata dalam wadah yang cocok, kemudian mintalah tester Anda untuk mencoba satu per satu.

SumberĀ  : Buku Bikin Restoran Laris Manis

Category:

Tinggalkan Balasan