20
- Februari
2015
Posted By : admin
9 LANGKAH MEMBUAT BISNIS FRANCHISE

Siapapun yang memiliki usaha tentu menginginkan usahanya dapat berkembang biak dengan cepat dimana-mana, sehingga keuntungan makin melimpah. Tahun 1990-an yang lalu rasanya mustahil mengembakbiakkan usaha secara cepat dan menguntungkan seperti ini, kecuali untuk perusahaan-perusahaan luar negeri yang memiliki ijin berinvestasi di Indonesia.

Namun semenjak tahun 2000-an, terdapat angin segar bagi pelaku usaha. Krisis ekonomi tahun 1997 – 1998 menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang kreatif. Mereka mengembangkan bisnisnya dengan sistem franchise, sehingga dalam waktu singkat bisnisnya berkembang biak dan mendatangkan keuntungan yang luar biasa besar.

Keberhasilan para pelaku bisnis franchise lokal ini tentu saja menarik minat para pelaku bisnis lainnya. Lagi-lagi kita menerapkan bisnis latah disini. Sampai tahun 2009 ini, masih terbuka kemungkinan untuk mengembangkan usaha dengan sistem franchise. Apalagi terdapat pasar potensial berupa para korban PHK akibat krisis finansial global tahun 2008. Para korban PHK ini dapat dipastikan akan banting stir menjadi pengusaha dengan modal pesangonnya karena tiadanya jaminan mereka dapat bekerja lagi dari pemerintah.

Oleh karena itu, jika saat ini kita sudah memiliki usaha atau bisnis tertentu, seyogyanya kita dapat mempersiapkan diri untuk menyambut pasar potensial ini. Caranya adalah mempersiapkan supaya bisnis kita siap untuk difranchisekan. Sebagaimana yang pernah saya ungkapkan di dalam buku Cara Gampang Bikin Bisnis Franchise, kita hanya perlu melakukan 9 langkah sederhana untuk membuat bisnis franchise itu.

1. Membuat Ciri Khas Usaha
Buatlah usaha atau bisnis yang memiliki jati diri. Bisnis yang memiliki jati diri itu adalah bisnis yang memiliki ciri khas atau daya pembeda dibandingkan dengan bisnis lain. Ini syarat utamanya. Meskipun kita latah dengan mengembangkan bisnis franchise, bukan berarti kita bebas meniru begitu saja. Mengeluarkan produk ayam goreng yang digoreng dengan menggunakan minyak goreng adalah tindakan yang tidak bijaksana. Mungkin lebih baik mengeluarkan produk ayam goreng yang digoreng dengan pasir, misalnya.

2. Membuat Standar Operasi Baku
Supaya dapat dikembangbiakkan dimana-mana dalam waktu cepat, kita harus memiliki standar operasi baku. Kelemahan mayoritas pengusaha UKM adalah membuat standar operasi ini. Tidak sulit membuat standar operasi baku itu. Asalkan kita memahami prosesnya dan mau menuliskan proses itu diatas kertas, jadilah standar operasi baku dalam bentuk yang paling sederhana. Selebihnya kita tinggal mengemas standar operasi baku itu dalam bentuk buku (bisa minta bantuan kepada penulis atau penyusun sistem).

3. Membuat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Salah satu kelemahan pengusaha UKM adalah jarang yang memproteksi hak intelektualnya, baik karena faktor ketidaktahuan maupun anggapan bahwa mengurus HAKi itu mahal bin ribet karena berkaitan dengan birokrasi. Padahal bisnis franchise itu yang diperjualbelikan adalah HAKI-nya. Jadi segeralah daftarkan merek, paten, hak cipta, tau disain industri pada Ditjen HAKI Depkumham. Biayanya lumayan terjangkau. Anda bisa minta bantuan pada konsultan HAKI yang ada di tiap perguruan tinggi.

4. Membuat Cara Duplikasi Yang Mudah & Praktis
Salah satu kunci supaya bisnis kita mudah dikembangbiakkan adalah cara duplikasi yang mudah dan praktis. Kita harus menyusun cara supaya orang lain mampu menduplikasi usaha kita secara mudah. Sistem duplikasi ini biasanya terangkum dalam sistem training. Cara membuatnya mudah. Tuliskan saja bagaimana cara orang lain mampu melakukan bisnis kita secara cepat dan tepat.

5. Membuat Keuntungan Yang Bertumbuh
Bisnis tidak layak dikembangbiakkan jika masih merugi, sehingga satu-satunya cara supaya bisnis tersebut layak dikembangbiakkan adalah dengan membuat keuntungan yang bertumbuh. Keuntungan bertumbuh didapat jika dalam jangka waktu tertentu bisnis kita memiliki kecenderungan mencetak untung terus menerus. Oleh karena itu, jangan segan-segan tetapkan target pendapatan, upayakan selalu mencapai target tersebut, dan selalu naikkan target untuk periode waktu selanjutnya. Begitu seterusnya. Usahakan bisnis tidak mengalami kerugian.

6. Membuat Supporting Management Yang Berkelanjutan
Salah satu kewajiban franchisor yang sangat penting dalam mengembangbiakkan usahanya adalah memberikan supporting management berkelanjutan selama masa kontrak kepada para franchisee-nya. Begitu usaha kita mulai berkembang, segera benahi internal perusahaan kita. Gunakan organisasi bisnis yang profesional untuk menangani usaha. Tingkatkan terus ketrampilan mereka supaya dapat memberikan supporting management yang dibutuhkan oleh para franchisee.

7. Membuat Prospektus Bisnis
Jika pada bisnis konvensional kita terbiasa menjual jasa atau barang, maka pada bisnis franchise kita menjual bisnisnya. Disini diperlukan lebih dari sekedar brosur. Kita memerlukan prospektus bisnis supaya calon mitra bisnis kita mampu melihat prospek cerah bisnis tersebut. Cara membuatnya hampir sama dengan membuat proposal bisnis, hanya saja dalam prospektus bisnis biasanya dilampiri dengan laporan keuangan selama beberapa periode tertentu yang menunjukkan perusahaan kita untung. Jika tidak mampu menyusun sendiri prospektus bisnis, kita dapat menggunakan jasa konsultan dengan biaya terjangkau.

8. Membuat Perjanjian Franchise
Indonesia menganut sistem kebebasan berkontrak. Kita bebas membuat dan menyusun perjanjian kerjasama bisnis. Membuat perjanjian franchise sama seperti membuat perjanjian kerjasama biasa. Dalam perjanjian franchise ada beberapa hal yang khusus diatur, yakni apa jenis HAKI yang di-franchise-kan, apa saja kegiatan usahanya, bagaimana supporting management dilakukan, mana saja wilayah usaha yang diperjanjikan, bagaimana tata cara pembayaran biaya franchise, serta bagaimana kepemilikan, perubahan kepemilikan dan hak ahli waris jika franchisee meninggal dunia sebelum kontrak franchise berakhir.

9. Membuat Badan Usaha atau Badan Hukum
Bisnis franchise itu kompleks sehingga membutuhkan organisasi bisnis dalam bentuk badan usaha atau badan hukum. Bentuklah badan usaha atau badan hukum ini. Bisa dalam bentuk CV atau PT. Kita tidak dapat lagi menjalankan bisnis secara perorangan jika ingin difranchisekan.

Sembilan langkah diatas mudah dilakukan oleh siapapun pelaku bisnis di Indonesia. Hanya dibutuhkan sedikit kecermatan untuk persiapannya dan kesanggupan untuk bertahan dalam jangka panjang. Jadi, kita tidak perlu pesimis menghadapi krisis. Bisnis kita dapat dikembangbiakkan secara cepat dengan sistem franchise, asalkan mampu memenuhi ke-9 syarat diatas. Semoga tulisan ini memberi inspirasi Anda. Salam sukses!

Sumber :  http://www.ekotama.com/

Category:

Tinggalkan Balasan