Model Push to Pull

Model push to pull adalah model yang diimplementasi untuk mengakomodasi keinginan pelanggan sehingga startup bisa menciptakan produk atau layanan yang sesuai dengan pelanggan. Sebagian besar model bisnis yang digunakan korporasi atau startup di dunia adalah push produk kepada konsumen. Pada era informasi saat ini, konsumen semakin menjadi raja. Korporasi atau startup harus mengerti konsumen mereka, harus adaptasi dengan perubahan pada konsumen mereka dan harus mengambil keputusan yang fokus pada pemenuhan kebutuhan konsumen yang semakin ingin dimanjakan. Dari poin ini, model push to pull menjadi model yang pas untuk diterapkan. Bukan lagi berangkat dari apa yang dipunya oleh perusahaan, tapi berangkat dari market itu sendiri.

Di industri pakaian, kita mengenal jaringan toko retail Zara yang menerapkan model push to pull ini. Zara menjual pakaiannya dengan harga terjangkau di seluruh jaringan tokonya. Zara terkenal mampu secara cepat menawarkan koleksi pakaian yang sedang tren saat ini. Kemampuan Zara ini karena didukung lebih dari 200 desainer yang dipekerjakannya untuk menangkap tren apa yang sedang berkembang saat ini dan segera menangkap tren tersebut dengan memproduksinya di pabrik mereka. dalam waktu cepat, segera meluncurkan koleksi pakaiannya tersebut.

Sebuah situs travel bernama Travelzoo mengubah model bisnis mereka dari push ke pull. Dikenal sebagai plonir dalam push promosi paket perjalanan kepada para pelanggannya dengan cara mengirimkan email pemberitahuan. Travelzoo menambah layanan promosi lokal di suatu lokasi. Saat ini perubahan ke model pull dengan cari melatih para pelanggannya untuk pull promosi untuk ke mana dan kapan mereka akan pergi travelling. Model pull memfasilitasi konsumen untuk mendapatkan kebutuhan sesuai apa yang diinginkanny. Pull ini bisa diartikan Anda membuat produk atau layanan sesuai pesanan pelanggan. Perusahaan-perusahaan yang berasal di Cina banyak menjadi besar karena model pull ini. Mereka membuat produk dengan brand pemesan yang berasal dari Cina. Salah satunya Li & Fung yang merupakan produsen banyak barang consumer goods ke para pemegang brand terkenal dunia, pemasok department store dan hypermarket yang mau membuat white label atas nama mereka.

Dalam konteks dunia startup dan entrepreneurship, sebuah peluang dapat muncul dari dua tipe, pertama capability push, yaitu peluang muncul dari kapabilitas dan sumber daya yang tersedia. Misal, Anda sudah bekerja bertahun-tahun di perusahaan distribusi barang-barang konsumsi dan dari pengalaman tersebut Anda melihat ada barang konsumsi yang langka di pasar sehingga bisa menjadi pintu masuk untuk memulai bisnis sendiri karena jalur distribusinya sudah Anda kuasai. Tipe yang kedua adalah oportunity pull, yaitu sebuah peluang muncul karena ada suatu masalah yang membutuhkan pemecahan. Namun, kapabilitas anda belum ada sehingga Anda bisa mengajak partner yang mempunyai papabilitas atau mempekerjakan orang untuk membantu Anda dalam mengambil peluang tersebut.

Sumber : Startup Business Model

 

0 Comments

Lewat ke baris perkakas