Model Harga Tetap

Di bagian ini, merupakan berkebalikan dengan harga dinamis, yaitu harga tetap. Apa pun kondisinya, harga dari produk atau layanan sebuah startup  di jual dengan harga yang sama. Kalau di dunia restoran, Anda kenal yang namanya buffet. Dengan buffet, Anda bisa makan sepuasnya dengan membayar harga yang sama, baik itu makan sedikit maupun banyak. Kembali ke dunia startup, startup yang mengenakan harga tetap bermaksud untuk menarik pelanggan atau pengguna untuk menggunakan produk atau layanannya. Layanan tersebuat sarat dengan konten yang berisi banyak dan di-update regular. Namun, pengguna hanya membayar sejumlah uang tetap tiap bulannya (atau tiap tahunnya) guna diberikan hak akses terhadap konten tersebut, walaupun pengguna tidak selalu mengakses seluruh konten yang tersedia pada startup tersebut. Jadi, model harga tetap pada praktiknya akan dikombinasikan dengan model langganan yang telah dibahas sebelumny. Siapa saja startup yang menerapkan model harga tetap ini.

Mari kita belajar dari startup Groove, Groove adalah startup yang menyediakan sebuah tool sederhana untuk bisnis kecil yang sedang tumbuh yang membantu tim mereka dalam memberikan dukungan personal kepada pelanggan (help desk software). Dalam kurun waktu 3 tahun berdiri, Groove telah melayani lebih dari 4.5000 pelanggan. Startup ini jadi menarik untuk diangkat karena pada awalnya Groove menetapkan model flexible freemium kepada para penggunanya setelah melakukan perbandingan harga dengan kompetitornya, seperti Zendesk dan Desk.com. Untuk pengguna 50 kali tiket diberikan cuma-cuma lalu diberikan tambahan 0psi freemium, yaitu 1 dolar untuk per ticket penggunaan. Namun, jika pemakaian tidak ingin dibatasi, pengguna bisa membayar 25 dolar.

Skema model princing ini tidak berjalan lancar . Konversinya hanya 1,11%. Akhirnya, gagal Groove akhirnya mengubah penentuan pricing-nya dan berganti menjadi model pay as you go, pengguna membayar berdasarkan jumlah penggunaan tiketnya. Dimulai harga dari 10 dolar untuk 10-15 tikat, hingga 150 dolar yang unlimited pengguna dan tiket. Namun, hasil riset Groove setelah  menerapkan harga baru ini menunjukan penggunaan menjadi khawatir akan bengkaknya biaya yang harus dibayarkan karena tidak tau dengan pasti beberapa banyak tiket yang dikerjakannya dalam sebulan. Dan bakal menjadi besar ketika tiket-nya dalam sebulan sangat banyak. Kontroversi dengan pricing ini juga tidak meningkat signifikan, konversi yang berhasil didapat 1,17%.

Untuk mengambil contoh startup lokal, kita patut melirik startup SCOOP. Startup ini merupakan aplikasi baca majalah digital. Layanan premium dari SCOOP menerapkan ‘all you can read’ dengan membayar harga tetap sebesar Rp.49.900,00 per bulan sehingga para pengguna bisa membaca ke seluruh edisi majalah yang ada di SCOOP. Saat ini pengguna aplikasi bisa membaca sekitar 200 judul majalah dari 50 penerbit ternama di indonesia, seperti grup Kompas Gramedia, Tempo, MRA, dan sebagainya. SCOOP bisa diunduh gratis melalui Android atau iOS, Selain majalah, Anda bisa juga membaca buku dan koran dalam format digital melalui aplikasi SCOOP. Saat ini, bila ditotal seluruh konten digital yang bisa dibaca telah melebihi dari 50.000 edisi digital dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, India, dan buku-buku terbitan Amerika.

Dengan harga tetap yang terjangkau, startup ini membuat semua orang bisa membaca sepuasnya semua dengan harga secangkir kopi di mall. Model harga tetap, tetapi pengguna mendapatkan akses tidak terbatas pada konten digital telah banyak digunakan di dunia musik, vidio, software, dan dipercaya akan menyentuh sektor lainnya di industri digital, termasuk salah satunya konten majalah, buku atau koran format digital yang disediakan oleh SCOOP. Saat ini, SCOOP telah memiliki 1,6 juta pelanggan dan rata-rata pengguna aktif membayar Rp700.000,00 per tahun untuk langganan majalah yang disukainya (data Dailysocial. id 2015) Di sisi lain, layanan SCOOP bermanfaat bagi para penerbit majalah, buku, atau koran sehingga terbitan mereka bisa dibaca dan diakses secara luas oleh peminat atau para pembaya di Indonesia.

Sumber : Buku Startup Business Model

 

 

0 Comments

Lewat ke baris perkakas