Mendesain Business Model Canvas

Untuk mendesain Business model Canvas, kita bisa mengikuti tiga langkah berikut ini:
Langkah 1:
Potret (atau petakan) model bisnis saat ini. Potret pada 9 element Business Model, didasarkan atas kondisi bisnis yang sebenarnya terjadi.
Langkah 2:
Lakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threath). Analisis ini dilakukan pada masing-masing elemen. Sebagai contoh, pada elemen Customer Segments, kemampuan memilih Customer Segments yang memiliki populasi besar dan menguntungkan, dapat diklasifikasi sebagai kekuatan organisasi. Sebaliknya, Value Propositions yang tidak dibutuhkan oleh suatu customer Segments yang dibidik, dapat dikatakan sebagai kelemahan. Pasar yang berpotensi besar dan belum digarap dapat dikategorikan sebagai peluang. Di lain pihak, apabila pesaing baru muncul dan dapat mengancam keberadaan organisasi dapat dikategorikan sebagai kelemahan.
Langkah 3:
Lakukan penyempurnaan model bisnis dan atau buat prototipe.
Hasil analis SWOT kemudian digunakan untuk dua jenis tujuan. Yang pertama menyempurnakan Business Model (BM) yang ada saat ini, dan yang kedua melahirkan prototipe-prototipe BM yang baru, maka dapat saja organisasi tersebut memilih menggunakan BM yang disempurnakan. Dalam keadaan ini BM prototipe sebaiknya disimpan untuk sewaktu-waktu digunakan apabila momentumnya sudah dianggap tepat. Keseluruhan tahapan ini sebaiknya dilakukan oleh sebanyak mungkin pelaku organisasi dari tingkatan serta fungsi yang bervariasi. Penggunaan alat bantu kertas berperekat akan sangat mempermudah proses penghasilan BMC. Tempelkan setiap informasi elemen, baik untuk kondisi saat ini, SWOT maupun prototipe, ditempelkan di atas kanvas BM.
Sumber : PPM, buku Business Model Canvas

0 Comments

Lewat ke baris perkakas