Memulai bisnis travel umroh

travel-umroh-murah“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. (QS. Al-Baqarah:198)

Peluang meraup untung hingga miliaran rupiah sudah bukan wacana bagi pemilik biro travel umroh dan haji. Jelas saja, pangsa pasar usaha ini adalah umat Muslim. Dan Indonesia adalah negara dengan populasi umat Muslim terbesar di dunia. Sudah untung, ibadah juga loh memberangkatkan orang ke Tanah Suci.  Saya berani mengatakan bahwa bisnis umrah adalah salah satu usaha yang cukup menarik. Sebelum saya membuka usaha umrah pada 2008, saya sempat menjadi marketer paket perjalanan umrah dari sebuah travel besar. Dari situ saya dapat melihat bahwa travel umrah yang menjadi mitra saya tidak pernah kehabisan jemaah, dan saya mendapatkan penghasilan menarik setiap bulannya. Orang boleh berkomentar jika ekonomi Indonesia sedang lesu. Seorang pengamat ekonomi berkomentar, “Kondisi negara kita memprihatinkan.” Hanya kadang saya suka berfikir, apa iya? Lihat saja sekeliling Anda. Mobil semakin hari semakin memenuhi jalanan.

Suatu hari, saat berjalan kaki di kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, saya hampir tiga kali ditabrak mobil Alphard, yang meskipun harganya hampir Rp1 M tapi banyak berkeliaran di jalanan ibu kota. Kendaraan keluaran terbaru menjamur dan bertebaran di mana-mana.  Rumah-rumah dan apartemen begitu mudahnya terjual seperti kacang goreng, meskipun harganya di atas Rp300 jutaan. Mal tidak pernah kehabisan pengunjung. Indonesia merupakan pasar Blackberry terbesar di dunia. Pertanyaannya, bagaimana itu bisa terjadi jika orang Indonesia kesulitan ekonomi?

Saya memiliki saudara yang profesinya adalah petani kakao di Sulawesi Selatan. Jika mengunjungi rumahnya mungkin Anda akan memandang sebelah mata. Terkesan kuno. Ia punya televisi tabung dan kulkas lama. Pakaiannya yang ia kenakan sederhana dan jarang menggunakan deodoran. Paling bedak yang kadang terlihat menempel tidak rata di lehernya. Tetapi, saya terkaget-kaget ketika mengetahui ia mampu menyekolahkan anaknya hingga sarjana di Jakarta. Putranya tidak pernah merasakan tersiksanya berdesak-desakan di bus kota karena ayahnya membelikannya sebuah mobil Toyota Yaris. Penampilan anaknya bahkan lebih gagah daripada ayahnya dan saya.  Saya yakin pendapatan dan daya beli orang Indonesia cenderung lebih daripada 10 tahun yang lalu. Sehingga bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, biaya umrah bukan lagi sesuatu yang menguras dompet. Beberapa orang yang saya berangkatkan ke Tanah suci adalah petani yang biasanya kita anggap kalangan dengan ekonomi sulit.

Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia sehingga menjadi pasar yang cukup besar bagi layanan travel umrah. Tidak heran jika seorang pengusaha asal Prancis begitu bersemangat mendengar penjelasan saya soal prospek bisnis umrah. “Apakah saya boleh membuka bisnis ini di sini?” Tanyanya. Saya meresponnya dengan sumringah.

Bagi sejumlah orang Indonesia, umrah adalah pilihan sambil menunggu waktu keberangkatan haji tiba. Pasalnya, masa tunggu haji Indonesia sangat panjang, berkisar 7 sampai dengan 25 tahun. Begitu pula sebaliknya, orang yang sudah pernah berangkat haji pun memilih umrah untuk mengobati kerinduan terhadap Tanah suci. “Saya ingin umrah dulu saja Pak, karena saya baru bisa naik haji tujuh tahun lagi,” kata pria asal Tangerang yang usianya sudah mencapai kepala lima. Saya sudah tak sabar merasakan senangnya menjajakan kaki di Tanah Suci. Lalu, berapa biaya yang harus saya bayar, pak?”

“Hanya Rp12 juta,” jawab saya sambil menampilkan senyum ramah khas saya.

Ia berdehem, membuat saya berfikir bahwa angka tersebut cukup mahal untuknya. “Saya mendaftar lima orang.”

“Maaf, Pak. bener lima orang? “Lho, Bapak tidak percaya? Kami mau umrah sekeluarga, mumpung uang hasil penjualan tanah masih tersisa. Ternyata biaya umrah tidak mahal ya,” katanya sambil menampilkan wajah cerah dan membusungkan dada.

Saya tersenyum ceria. Sebulan kemudian saya memberangkatkan sang Bapak beserta istri dan ketiga anaknya.

Bagi kebanyakan orang Indonesia, khususnya dari kelas menengah, biaya umrah cukup terjangkau. Ketika pasar cukup luas dan daya beli ada, maka ini berarti good business dan menjadi penyebab mengapa bisnis travel, khususnya biro umrah, tumbuh dengan marak setiap tahunnya di Indonesia.

Tak sampai disitu, untuk menarik minat para jamaah, biasanya pengusaha travel menggunakan media online seperti media sosial, blog, dan website sebagai media pemasaran. Selain murah dan tidak memerlukan waktu yang lama, sarana promosi seperti ini membuat nama usaha travel mereka semakin terkenal. Lewat internet, semua orang akan mengetahui siapa mereka dan bagaimana mereka bekerja.  Dengan situs yang didesain secara profesional, calon jemaah akan yakin untuk memakai jasa travel umrah yang mereka miliki. Jika Anda sedang memikirkan sebuah ide bisnis cemerlang, saya menyarankan untuk mencoba memulai bisnis umrah. Bisnis ini menjadi salah satu bagian dari ide-ide cemerlang tersebut.

Meskipun jasa penyedia umrah mungkin bertambah jumlahnya tidak membuat masing-masing biro kesulitan mendapatkan jemaah. Apalagi yang sudah berpengalaman selama bertahun-tahun karena para jemaah yang pernah umrah bisa jadi melakukan umrah kembali.  Konon, bagi mereka yang memiliki uang cukup, umrah bahkan dipandang sebagai ibadah rutin yang kadang-kadang mereka melakukan setiap tiga atau empat bulan sekali. Menarik bukan? Bisnis travel umrah bisa menjadi bisnis yang menggiurkan bagi Anda dan keluarga. Anda tidak perlu merasa ragu untuk memulai bisnis travel haji dan umrah karena saya memiliki beberapa fakta yang dapat membuat Anda lebih percaya diri untuk mendirikan bisnis tersebut.

sumber :  Buku dengan judul; Ayo Bisnis Umroh

0 Comments

Lewat ke baris perkakas