Jangan Tunggu Bangkrut

September 2013 menjadi saksi tumbangnya raksasa telepon genggam Nokia. sebelumnya, raksasa ini sangat mendominasi pasar telepon genggam sampai 2009 dengan menguasai pangsa pasar hampir 40% di seluruh dunia. Namun, mulai 2010 mulai cenderung menurun hingga akhirnya terjun bebas hanya tinggal 3% pada 12013. pasar Nokia diambil alih oleh Apple yang mengeluarkan IPhone dengan IOS-nya dan Samsung yang mengusung Android.

Jadi apa yang terjadi dengan Nokia? Tidak ada yang salah dengan mereka. Namun, perubahan terjadi terlalu cepat. Kompetitor Nokia berada di depan dan mampu beradaptasi terhadap perubahan dengan cepat. Nokia terlambat menyadari dan tiba-tiba kehilangan keunggulan kompetitifnya. Ini tidak hanya terjadi pada Nokia. Banyak merek dan koporasi raksasa lainnya yang dulunya digdaya, lalu jadi hancur lebur, terjun bebas, dan raib, seperti Kodak, Lehman Brother, DEC, dan Motorola. Jadi, apa yang salah? Jawabnya sederhana, tetapi menyakitkan, yaitu mereka gagal menyesuaikan model bisnis mereka terhadap perubahanlanskap bisnis yang terjadi dengan cepat. Keberhasilan di masa lampau tidak menjamin keberhasilan di masa mendatang. Jika hanya berpatokan pada profit yang berhasil dibukukan, tidak akan menjamin perusahaan akan bertahan.

Lain Nokia, lain pula Kodak. Tahukah Anda, Kodak-lah penemu kamera digital pertama di dunia pada 1975? Namun, mereka simpan karena   khawatir mengganggu bisnis kamera analog mereka. Model bisnis mereka utamanya fokus pada menjual film, bukan perangkat kameranya. Hingga akhirnya teknologi baru kamera digital membanjiri pasar pada 1999, Dengan percaya dirinya kodak mengatakan 10 tahun ke depan, teknologi kamera digital hanya bisa meraih 5% pangsa pasar. Pada 2009, prediksi mereka benar-benar salah. Pangsa pasar kamera digital mencapai 96%, sedangkan kamera analog tinggal 5%. Sebuah bencana besar bagi Kodak. Pengembangan teknologi baru lagi sudah sangat terlambat karena kompetitor sudah lebih dulu melihat gelombang baru kamera digital dan investasi pengembangan di dalamnya. Hingga akhirnya Kodak bangkrut pada 2012. Sejarah Kodak menjadi pelajaran besar bagi perusahaan mana pun apalagi bagi perusahaan startup. Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan menjadi mutlak untuk dijaga dengan melakukan inovasi henti.

Sumber : Buku Starup Business Model

0 Comments

Lewat ke baris perkakas